Kejadian Stunting di Tinjau dari Pola Makan dan Tinggi Badan Orang Tua Anak Usia 12-36 Bulan di Puskesmas Kinoivaro Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah

  • Miftakhur Rohmah STIKes Surya Mitra Husada Kediri
  • Regina Safira Natalie Akademi Kebidanan Graha Ananda Palu
Keywords: Anak Balita, , Kejadian Stunting, Pola Makan, Tinggi Badan Orang tua

Abstract

Jenis penelitian ini adalah studi analitik observasional dengan pendekatan Cross-sectional.  Analisis data yang digunakan adalah Uji Phi dengan nilai signifikasi α=0,05. Pada hasil penelitain ini didapatkan Sebagian besar 47 anak (56%) responden dengan kejadian stunting sangat pendek, kategori pendek 38 responden (44%). Pada Pola makan didapatkan Sebagian besar 63 responden (74%) pada kategori tidak tepat. Pada tinggi badan ayah didapatkan Sebagian besar 58 responden (68%) pada kategori ≥161,9cm, tinggi badan ibu didapatkan sebagian besar 55 responden (64%) pada kategori ≥150cm dari 85 responden. Pada Uji statistik Phi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara Pola pemberian makan p-value > α 0,05 (0,562 > 0,05) dan Tinggi Badan Ibu p-value > α 0,05 (0,119 > 0,05) dengan Kejadian Stunting, sebaliknya terdapat Hubungan yang signifikan antara Tinggi Badan Ayah p-value < α 0,05 (0,004 > 0,05) dengan Kejadian Stunting

Published
2020-09-01
How to Cite
Rohmah, M., & Natalie, R. (2020). Kejadian Stunting di Tinjau dari Pola Makan dan Tinggi Badan Orang Tua Anak Usia 12-36 Bulan di Puskesmas Kinoivaro Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Journal for Quality in Women’s Health, 3(2), 207-215. https://doi.org/10.30994/jqwh.v3i2.74